JATUH CINTA LAGIJATUH CINTA LAGI
Rasa itu pernah ada dan kembali hadir, saat kubaca pesanmu di salah satu grup whatsapp Aku mengenalmu dua tahun silam. Saat itu, aku diliputi kegelisahan dan sedang terpuruk dalam hidup.

Rasa itu pernah ada dan kembali hadir, saat kubaca pesanmu di salah satu grup whatsapp Aku mengenalmu dua tahun silam. Saat itu, aku diliputi kegelisahan dan sedang terpuruk dalam hidup.

Selain Tuhan, cinta juga abadi. Pun karena cinta, kita hadir di dunia ini. Dan hanya dengan cinta pula kita bisa kembali kepada cinta sejati kita, Dia Yang Maha Mencintai. Kehadiran

Teologi bunuh diri’ jika menyusup ke ranah politik akan bermetamorfosis menjadi ‘teologi perang’ KOMARUDDIN HIDAYAT PM New Zealand, Jacinda Arden Baru saja kita mendapatkan berita duka dari sebuah negara yang

Ketika Al-Qur’an menyebut alat yang dipakai untuk ya’qilun, maka yang dirujuk bukanlah akal (‘aql) melainkan qalb (hati). Jadi, dalam Al-Qur’an, dalam konsep Islam, akal itu adalah hati, dan hati itu
Bagi kaum sufi, syariat adalah landasan tasawuf (thariqah), sedangkan thariqah adalah jalan menuju hakikat (haqiqah atau kebenaran sejati) Salah satu masalah kontroversial tentang tasawuf adalah anggapan bahwa kaum sufi menyepelekan
Memang susah menjelaskan sufi dan tasawuf, apabila orang tidak menjalankannya dengan bergabung dalam tarekat yang dipimpin oleh seorang Syaikh. Sebagai orang awam, tentu terlebih-lebih saya tidak punya bakat untuk memahami
Muhammad–Sang Sufi Teragung–memilih untuk kembali ke dunia dan mengejawantahkan “persatuannya” dengan Allah dalam bentuk kekuatan revolusioner untuk mereformasi kaumnya, dan membebaskan umat manusia dari perampasan hak-hak mereka. HAIDAR BAGIR Nabi
Jangan terlalu memikirkan dunia IBN ‘ARABI Zuhud adalah sikap memalingkan wajah dari kenikmatan dunia dan senantiasa melakukan aktivitas duniawi dengan beriontasi pada akhirat. Telah masyur sebuah kisah tentang seorang syaikh yang hidup
“Dunia adalah tempat untuk mencari ilmu dan hikmah bagi orang-orang yang ingin meraihnya, tempat beribadah bagi sahabat-sahabat Allah dan bagi para malaikat.” IMAM ‘ALI IBN ABI THALIB Apa yang terlintas
Praktik asketisme dalam Islam pada abad ke-1 H sampai abad ke-2 H telah berkembang lebih jauh pada abad ke-3 H awal sampai abad ke-4 H. Fase kedua dari perkembangan asketisme