Bagi kaum sufi, syariat adalah landasan tasawuf (thariqah), sedangkan thariqah adalah jalan menuju hakikat (haqiqah atau kebenaran sejati) Salah satu masalah kontroversial tentang tasawuf adalah anggapan bahwa kaum sufi menyepelekan keharusan mentaati kewajiban-kewajiban syariat. Kesalahan tersebut adalah pemahaman yang paling… Continue Reading →
Memang susah menjelaskan sufi dan tasawuf, apabila orang tidak menjalankannya dengan bergabung dalam tarekat yang dipimpin oleh seorang Syaikh. Sebagai orang awam, tentu terlebih-lebih saya tidak punya bakat untuk memahami sufi dan ajarannya.ROSIHAN ANWAR, “Petite histore” Indonesia, Volume 2 (Kompas,… Continue Reading →
Muhammad–Sang Sufi Teragung–memilih untuk kembali ke dunia dan mengejawantahkan “persatuannya” dengan Allah dalam bentuk kekuatan revolusioner untuk mereformasi kaumnya, dan membebaskan umat manusia dari perampasan hak-hak mereka. HAIDAR BAGIR Nabi SAW memilih kembali ke dunia setelah bertemu Allah SWT. Ia… Continue Reading →
Jangan terlalu memikirkan dunia IBN ‘ARABI Zuhud adalah sikap memalingkan wajah dari kenikmatan dunia dan senantiasa melakukan aktivitas duniawi dengan beriontasi pada akhirat. Telah masyur sebuah kisah tentang seorang syaikh yang hidup sederhana. Dia makan sekedar kebutuhan untuk bertahan hidup saja. Ia… Continue Reading →
“Dunia adalah tempat untuk mencari ilmu dan hikmah bagi orang-orang yang ingin meraihnya, tempat beribadah bagi sahabat-sahabat Allah dan bagi para malaikat.” IMAM ‘ALI IBN ABI THALIB Apa yang terlintas dalam pikiran kita ketika mendengar kata “tasawuf” dan “sufi”? Maka… Continue Reading →
Praktik asketisme dalam Islam pada abad ke-1 H sampai abad ke-2 H telah berkembang lebih jauh pada abad ke-3 H awal sampai abad ke-4 H. Fase kedua dari perkembangan asketisme ini adalah lahirnya metode ber-tasawuf. Karya-karya yang mengulas tentang cara… Continue Reading →
Asketisme adalah paham yang memperaktikkan kesederhanaan, kejujuran, dan kerelaan berkorban. Dalam Islam, asketisme ini dipraktikkan oleh kaum sufi. Pada masa awal paham sufisme (tasawuf) berkembang merentang mulai akhir abad ke-1 H sampai sekitar abad ke-2 H. Gerakan zuhud (asketisme)–yakni, gaya… Continue Reading →
“Ya Allah, jika aku menyembah-Mu karena berharap surgamu, maka jauhkanlah surga itu dariku. Jika aku menyembah-Mu karena takut neraka-Mu, masukkan aku ke dalamnya. Tapi, jangan halangi aku dari melihat wajah-Mu.”RABI’AH AL-’ADAWIYYAH Diriwayatkan, Rabi’ah al-’Adawiyyah pernah ditemui orang berjalan di jalanan… Continue Reading →
Sesungguhnya ini adalah peringatan, maka ada jalan kepada Rabb bagi siapa yang mau.” (QS. Al-Muzzammil [73]: 19). Tasawuf, bagi pendukungnya, tak lain dan tak bukan adalah jalan yang dipraktikkan oleh Nabi SAW. Kaum sufi, dalam hal ini, merasa mendapatkan penguatan… Continue Reading →
“Kapan cahaya Yang Maha Kuasa berada dalam hati? Jika kau mencari cahaya-Nya, akan kau temukan di sana. Tapi, bukan berarti bahwa cahaya-Nya menang benar-benar di hati. Jika kau menemukan di dalamnya, seakan kau menemukan lukisan diri dalam sebuah cermin, sekalipun… Continue Reading →
© 2026 RAMLI SEMMAWI — Powered by WordPress
Theme by Anders Noren — Up ↑