Asketisme adalah paham yang memperaktikkan kesederhanaan, kejujuran, dan kerelaan berkorban. Dalam Islam, asketisme ini dipraktikkan oleh kaum sufi. Pada masa awal paham sufisme (tasawuf) berkembang merentang mulai akhir abad ke-1 H sampai sekitar abad ke-2 H.
Gerakan zuhud (asketisme)–yakni, gaya hidup sederhana dan serba kekurangan untuk melatih jiwa agar tak terlena dan terikat dengan kehidupan dunia–pertama kali muncul di Madinah, Kufah, dan Basrah, selanjutnya menyebar ke Khurasan dan Mesir.
Gerakan zuhud ini awalnya merupakan respon terhadap gaya hidup mewah para pembesar negara sebagai akibat dari perolehan kekayaan yang melimpah setelah Islam mengalami perluasan wilayah ke Suriah, Mesir, Mesopatamia, dan Persia.
Para zahid (orang yang mempraktikkan hidup zuhud) yang tinggal di Madinah dari kalangan sahabat Rasulullah SAW, di antaranya Abu Ubaidah al-Jarrah (w. 18 H), Abu Dzar al-Ghiffari (w. 22 H), Salman al-Farisi (w. 32 H), Abdullah ibn Mas’ud (w. 33 H). Sedangkan generasi selanjutnya (para Tabi’in) di antaranya Said ibn Musayyab (w. 91 H) dan Salim Ibn Abdullah (w. 106 H).
Di Basrah, tokoh-tokoh zuhud adalah Hasan al-Bashri (w. 110 H), Malik ibn Dinar (w. 131 H), Fadhl al-Raqqasyi, Kahmas ibn al-Hadan al-Qais (w.149 H), Shalih al-Murri dan Abul Wahid ibn Zaid (w. 171 H) dari Abadan.
Tokoh-Tokoh zuhud di Kufah adalah Al-Rabi ibn Khasim (w. 67 H), Said ibn Jubair (w. 96 H), Thawus ibn Kisan (w. 106 H), Sufyan al-Tsauri (w. 161 H), Al-Laits ibn Said (w. 175 H), Sufyan ibn Uyainah (w. 198 H) dan lain-lain.
Sedangkan di Mesir, tokoh-tokohnya adalah Salim ibn Attar al-Tajibi (w. 75 H), Abdurrahman al-Hujairah (w. 83 H), Nafi’, hamba sahaya Abdullah ibn Umar (w. 117 H), dan lain-lain.
Pada masa-masa akhir priode ini, muncullah tokoh-tokoh yang dikenal sebagai sufi sejati, termasuk di antaranya Ibrahim ibn Adham (w. 161 H), Fudhail ibn ‘Iyadh (w. 187 H), Dawud al-Tha’i (w. 165 H, dan Rabi’ah al-‘Adawiyyah.
Gerakan zuhud memasuki paruh pertama abad ke-3 mulai bergeser dan digantikan oleh tasawuf. Ajaran para sufi tidak lagi sebatas hidup zuhud belaka tetapi para masa ini mulai diperkenalkan disiplin dan metode tasawuf.
Masa ini, lahirlah konsep-konsep dan terminologi (istilah) baru yang sebelumnya belum dikenal: maqam, haal, ma’rifah, tauhid (dalam makna khas tasawuf), fana’, hulul, dan lain sebagainya. Masa ini pula, muncullah karya tulis yang membahas tasawuf secara teoretis.
#30DWCjilid17
#Fightersquad9
#Day20