BERAGAMA DENGAN HATI

BERAGAMA DENGAN HATI post thumbnail image

“Agama akan jadi seperti benteng, tempat berlindung dan menyerang kelompok lain, jika dia dijadikan ideologi. Apalagi jika ditambah amarah dan kebencian. Bisa jadi dia kuat, tapi kaku dan sempit pengaruhnya. Biarkanlah agama penuh kelembutan, maka dia akan meresap ke mana-mana tanpa ada yang bisa mencegahnya.”HAIDAR BAGIR

Baru saja, alim ulama Nahdlatul Ulama (NU) melangsungkan Bahtsul Masail di Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat, dan menghasilkan beberapa kesepakatan. Pertama, bahwa yang berhak dan bertugas mengeluarkan fatwa hukum adalah Mahkamah Agung (MA) RI. Kedua, kafir tidak sepatutnya dilekatkan kepada non-muslim di Indonesia.

Menarik apa yang disimpulkan dalam Bahtsul Masail para alim ulama NU, yang datang dari seluruh wilayah Indonesia. Larangan melabeli non-muslim sebagai kafir apalagi menyebut mereka kafir di depannya.

Tentu ada argumentasi penting yang melatari sehingga sidang ulama tersebut menarik satu kesimpulan, yang sebagian kalangan melihatnya sebagai kekeliruan.

Dalam Kitab Al-Qunyah dalam Bab Al-Istihlal ditemukan ungkapan bahwa “Andaikan seseorang berkata kepada Yahudi dan Majusi, Hai kafir, maka ia berdosa jika ucapan itu berat baginya (menyinggungnya).”

Penelusuran kami di beberapa media online yang merupakan situs resmi NU dan media berita nasional. Ditemukan bahwa yang dimaksudkan “pelarangan penyebutan kafir” tersebut dalam konteks fikih siyasah yang berkaitan dengan fikih kebangsaan. Maka demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan untuk menghindari perpecahan di antara anak bangsa kita. Maka alangkah baiknya saling menjaga satu sama lain.

Viralnya “non-muslim bukan kafir” mestinya direspon secara bijak. Dibutuhkan kemauan dan ketulusan hati untuk selalu cross-check berita yang sampai ke kita. Sesuatu yang disampaikan dari hati akan sampai kepada hati setiap insan yang diciptakan.

“Para pecinta temukan tempat-tempat rahasia, di ganasnya dunia. Di sana mereka menukar dengan keindahan” Bahwa marilah hidup berdampingan di tengah panasnya suasana hidup akhir-akhir ini. Mari menjadi manusia-manusia yang mampu menukar ganasnya dunia dengan keindahan dengan cara selalu menjaga hati kita

#30DWCjilid17
#Fightersquad9
#Day14
#Kemauan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post