TEOLOGI EKONOMI ISLAM

Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah,dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan membuat kerusakan.” QS. [2]: 60).

Teologi Islam adalah nilai-nilai ketuhanan yang menjadi dasar kegiatan ekonomi muslim. Dimensi teologi dalam ekonomi Islam berkaitan dengan asal-usul kejadian manusia di dunia ini yang kodratnya sebagai ciptaan Tuhan. Berdasarkan asumsi bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan, maka dimensi teologis selalu melekat dalam setiap tindakan manusia termasuk di dalamnya aktivitas ekonomi.
Dalam Islam, ekonomi merupakan salah satu esensi dari Islam itu sendiri. Aktivitas ekonomi merupakan spiritual Islam dengan menjadikan Tauhid sebagai basisnya. Islam juga melihat bahwa materi dan spiritual adalah dua hal yang saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan. Sehingga, Islam mengakui bahwa manusia adalah homoeconomicus hanya saja dengan kerangka pemikiran bahwa manusia bebas mengatur dan memilih praktik ekonomi mana yang akan dilakoninya.
Konsep filsafat Islam mengandung pemahaman bahwa hidup, kehidupan, ruang dan waktu hanya ada dalam Allah. Berdasarkan konsep tersebut, maka di mana saja bumi ini dipijak,itu adalah bumi Allah. Udara yang dihirup adalah udara Allah. Begitu pula dengan air, arah yang ditujupun adalah milik Allah.
Manusia diberi kelebihan oleh Allah sebagai penguasa atas makhluk lain di Bumi. Segala yang diciptakan oleh Allah dimuka Bumi dalam kondisi baik lagi sempurna serta berguna bagi manusia. Sebagai khalifah di bumi, manusia menjadi wakil dan yang diserahi amanah atas segala karunia tersebut untuk dimanfaatkan seefektif dan seefisien mungkin.
“Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekuu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahi.” (QS. [2]: 22).
Jadi dapat dipahami bahwa ekonomi Islam adalah ekonomi yang menjadikan teologi sebagai fondasi utama di dalam operasionalnya. Aktivitas ekonomi adalah aktivitas rohani sekaligus jasmani. Kepentingannya adalah kepuasan lahir batin.

#30DWCJilid17
#FiqhterSquad7
#Day6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post